Timun Wungkuk Jogo Imbuh Tandai Kebangkitan Terbaru Cak Diqin

Senin, 22 Juni 2020
BOYOLALI - Lama tak tampil ke publik menyanyikan hasil karya ciptaannya. Penyanyi senior Campursari Cak Diqin Reborn kembali.

Menandai kemunculannya setelah lama  tak menyapa para penggemarnya, Cak Diqin pun memperkenalkan single dan video klip terbaru Cak Diqin.

Tapi dalam Rebornnya kali ini, Cak Diqin tak tampil seorang diri, bersama sang istri, Nyimut Sri Lestari berjudul Timun Wungkuk Jogo Imbuh dan Tresno Sak Lawase, telah resmi dirilis.

Peluncuran album kali ini, dilakukan para di  Pawon Glagahan, Dusun Glagahan, Desa Jipangan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, pada Minggu (21/06/2020) pagi.

Lewat YouTube, kehadiran Timun Wungkuk Jogo Imbuh dan Tresno Sak Lawase ini menjadi video single yang dikemas lebih fresh dengan melibatkan kawula muda sebagai model.

Dilibatkannya kaum milinial kali ini agar kaum Now, juga bisa menikmati lagu-lagu Campursari.

Disampaikan pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur tahun 1964, lagu terbaru ini sudah yang di persiapkan, merupakan karya kali kesekian yang telah dia ciptakan setelah lebih dari 150 judul lagu, terdahulu yang telah banyak dinikmati para penggila musik campursari.

Seperti halnya Cinta Tak Terpisahkan, Sida Randha, Tali Kotang, Blebes, Slenco, Mr.Mendem, Pindhah Tresna, Cinta untuk Selamanya, Mendem Wedokan,
Louhan dan sederet tembang koleksi terbaik lainnya.

Adapun lewat judul lagu yang juga single terbarunya bersama Nyimut Sri Lestari, yakni Tresno Sak Lawase, Cak Diqin menggambarkan sebagai sebuah kesabaran jiwa untuk saling mencintai pasangan hidup setiap insan manusia dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga.

"Single lagu Tresno Sak Lawase ini, (memiliki pesan) bahwa dalam sebuah rumah tangga itu pasti ada gangguan, ancaman, rintangan, masalah dan semuanya. Dan masalah itu untuk diselesaikan bukan dipermasalahkan. Harus cari solusinya. Jadikan jiwa yang sabar, saling mencintai terhadap pasangan hidupnya," imbuh

Seperti diketahui, hingga menjadi penyanyi dan pencipta lagu campursari kenamaan, ayah dari Renik Nada Lokananta ini memulai karier di bidang musik campursari sejak tahun 1990-an dan pernah mendapat penghargaan "Karya Produksi Terbaik Bidang Lagu Berbahasa Daerah" dari AMI Awards 2006, di antara sederet penghargaan lainnya. (Tyo)
Share this Article