Perjuangan Sular Pedagang Sayur Keliling Mencari Uang Rp 250 Juta Untuk Operasi Jantung Bocor Putranya (2)

Sabtu, 13 Juni 2020
KARANGANYAR - Sular mengaku sempat putus asa saat nomer handphone yang dia titipkan ke pihak RSCM terblokir. Sular pun sempat kehilangan kontak dengan pihak RSCM. Setelah mengganti nomer, Sular pun berinisiatif menghubungi pihak RSCM.

Namun, kala itu, meski telah menghubungi, tak ada yang merespon. Karena saat itu tak ada yang merespon, Sularpun kembali ke RSCM untuk berkonsultasi kapan operasi pada anaknya bisa dilakukan.

"Saya kembali ke Jakarta. Meski uang saku saya mepet, saya tetap harus ke Jakarta. Di Jakarta, saya tinggal di rumah singgah Sehat Mandiri( RSM) yang dikelola Mandiri Amal Insani. Waktu dirumah singgah ternyata di sana banyak sekali anak yang mengantre hendak dioperasi jantung,"terangnya.

Kebingungan Sular semakin menjadi-jadi saat mengetahui biaya yang harus dikeluarkan dirinya untuk mengoperasi putranya mencapai Rp 250 juta.

"Itu belum termasuk biaya pengobatan dan perawatan. Uang dari mana saya. Kalaupun saya punya tanah, dan tanah itu dijual, masih kurang,"terangnya.

Ditengah kebingungan untuk mendapatkan uang operasi anaknya, Tuhan pun akhirnya mengabulkan doa yang selalu di panjatkannya.

Tanpa diduga, Sular bertemu dengan temannya yang kebetulan bertugas di Dinas Kesehatan Karanganyar. Atas saran temannya, Sular pun akhirnya mendatangi kantor Baznas.

Setelah bertemu mendengar dan melihat penderitaan Rayi, pihak Baznas Karanganyar pun bersedia menanggung semua biaya operasi jantung bocor yang harus dijalani Rayi. Namun, operasi jantung bocor pada putranya itu tak bisa langsung dilakukan.

Sebab, saat hendak menjalani operasi pada April 2020, putranya sakit gigi. Jelas, operasi jantung bocor tak bisa dilakukan. Pasalnya, bila melakukan operasi, akan berakibat infeksi pada jantung, hidung pilek.

Atas saran dokter yang menangani Rayi, Rubiana Sukardi, operasi itu harus ditunda hingga sakit gigi yang dirasakan Rayi, benar-benar sembuh. Tak terhenti disitu saja.

Cobaan lainnya pun menghampirinya. Tas istrinya yang berisi ponsel dan uang saku untuk hidup di Jakarta diambil pencuri saat ditinggal shalat.

"Saya ihlaskan, mungkin itu cobaan untuk kesembuhan anak saya,"papar Sular.

Selama hidup di Jakarta, menunggu putranya di operasi, Sular pun mendapatkan bantuan dana dari Bamuis BNI, YBM PLNi, Izi.

Hingga saat yang ditunggu-tunggu itupun akhirnya tiba. Rayi akhirnya menjalani operasi jantung bocor. Saat putranya berjuang antara hidup dan mati di meja operasi, bayangan banyak anak yang mati saat operasi jantung itu pun kembali melintas.

"Waktu menunggu anak saya hendak di operasi, saya sering sekali melihat ada anak yang meninggal di rumah sakit setelah operasi. Saya jadi takut, tapi semua itu saya pasrahkan kembali pada yang maha esa,"terangnya.

Sular bahagia. Operasi jantung bocor yang dijalani putranya berhasil. Sular pun berulang kali mengucapkan terima kasih pada tim Medis RSCM terutama dr Rubiana Sukardi yang telah berjuang demi kesembuhan anaknya.

Kini, putranya Rayi tak lagi merasakan kesakitan yang luar biasa. Termasuk Yayasan Keluarga Kelainan Jantung Bawaan ( YKKJB) yang dikelola Founder mama hany.

Kini Sular berharap agar impian dirinya mempertemukan putranya dengan Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bisa terwujud.

"Harapan saya, bisa mempertemukan anak saya dengan pak Ganjar Pranowo (Gubenur Jateng), itu saja,"pungkasnya (Her/Aan)

Share this Article