Perjuangan Sular Pedagang Sayur Keliling Mencari Uang Rp 250 Juta Untuk Operasi Jantung Bocor Putranya (1)

Jumat, 12 Juni 2020
KARANGANYAR- Rayi Juna Panjalu (4) terlihat bergitu asik bermain gadget. Sambil lendotan di pangkuan Tri Wahyuni, sesekali wajah mungilnya mengadah melihat wajah ibunya itu. Terdengar suara keluar dari mulut Rayi -bisa dipanggil- menirukan sebuah permainan di Gagdget yang tengah dipegangnya itu.

Rayi terlihat begitu cerianya. Sesekali tangan mungilnya menyentuh tangan ayahnya Sular yang duduk disampingnya. Keceriaan yang dirasakan oleh Rayi, juga dirasakan oleh kedua orang tuannya. Keduannya, Sular dan Tri Wahyuni begitu bahagia dengan kesembuhan putranya yang nomer dua ini.

Bagaimana tidak, selama empat tahun lamannya, putranya itu menanggung rasa sakit luar biasa akibat penyakit jantung yang dideritannya. Dengan menahan tangis kegembiraan, pada beritajateng.id, Sular mengaku tak pernah menduga bila pangeran kecilnya itu menderita kelainan pada jantungnya.

"Rayi tak pernah menangis bila jantungnya sakit. Jadi saya tak tahu kalau Rayi ini mengalami gangguan pada jantungnya. Rayi anak yang kuat. Dia akan kembali tertawa, bila rasa sakitnya itu mereda,"papar Sular saat ditemui beritajateng.id, Jumat (12/6/2020).

Karena merasa kasihan melihat rasa sakit yang diderita putranya, Sular yang berprofesi sebagai tukang sayur ini memutuskan membawa putranya kerumah sakit. Kebetulan, dari desa dimana Sular tinggal, Jumantoro, yang paling dekat ke Kabupaten Wonogiri.

Sehingga, Sular pun memutuskan membawa putranya ke rumah sakit Ngadirojo, Wonogiri, saat putranya baru berumur enam bulan.Namun, karena keterbatasan alat,pihak rumah sakit Ngadirojo meminta pada Sular untuk membawa putranya ke rumah sakit RSUD Moewardi, Solo. Perasaan Sular semakin tak menentu. Dalam hatinya, Sular bertanya apa penyakit yang diderita putranya itu.

Rasa penasaran Sular pun akhirnya terjawab. Bagai tersambar petir, Sular langsung pun terduduk lemas setelah mengetahui bila jantung pada putranya itu mengalami kebocoran.

"Seketika pandangan saya menjadi gelap saat mendengar penyakit yang diderita oleh anak saya,"ujar Sular.Akhirnya tim medis Moewardi menyarankan padanya untuk membawa putranya ke RSCM, Jakarta. Pasalnya, hanya RSCM yang memiliki alat komplit untuk melakukan operasi.

Dengan modal seadanya sebagai pedagang sayur keliling, Sular pun membawa putranya ke Jakarta. Setelah diperiksa dengan teliti, pihak RSCM mengatakan putranya belum bisa dioperasi. Dan baru bisa dioperasi setelah berusia dua tahun. Sular pun pulang kembali ke Karanganyar. (Her/Tyo)

Share this Article