Partai Golkar Jateng Pastikan Tak Usung Calon di Pilkada Sukoharjo

Sabtu, 06 Juni 2020
KARANGANYAR - Sekertaris DPD Partai Golkar Jawa Tengah Juliyatmono memastikan saat pilkada Sukoharjo, 9 Desember mendatang partainya tidak akan mengusung calon sendiri.

Sikap tak akan mengusung calon sendiri dalam pilkada nanti dikarenakan partai Golkar bersifat realistis partai dalam pilkada. Dimana konstalasi politik kali ini tak memungkinkan bagi Partai bergambar pohon itu ikut dalam pilkada.

Sehingga, partai Golkar, ungkap Juli, meyakini dalam pilkada nanti hanya ada dua paslon saja yang akan bertarung. Yaitu paslon dari PDIP dan Partai Gerindra beserta koalisinya.

Menyangkut pada siapa dukungan itu akan diberikan Partai Golkar hingga sekarang masih didiskusikan. Termasuk menunggu siapa bakal calon dari PDIP yang akan direkomendasi DPP .

"Untuk Pilkada Sukoharjo sudah jelas kita realistis tidak akan mencalonkan, tapi hanya mendukung satu dari dua pasangan calon bupati dan wakil bupati" papar Juliyatmono saar ditemui beritajateng.id belum lama ini.

Juliyatmono yang juga Bupati Karanganyar mengatakan saat ini sedang didiskusikan di internal DPD I Partai Golkar Jateng menyangkut putusan koalisinya.Termasuk demografi politik, serta statistik politik.

Bahkan diam-diam Partai Golkar juga akan lakukan survai internal guna mengetahui gambaran potensi kekuatan kemenangan karena akan dipakai sebagai pertimbangan untuk menentukan sikap dukungan.

"Tentu saja keputusan dukungan resmi itu setelah kita lihat peta kekuatan di lapangan" ujarnya.

Berbeda dengan Partai Golkar, Ketua Badan Pemengan Pemilu Bappilu DPW PKS Jateng Rohadi Widodo menegaskan bahwa PKS bulat sikap mengusung Calon Bupati Joko Paloma dengan Calon Wabup Wiwoho.

"Sikap partai kami sudah tegas berkoalisi untuk mengusung Pak Joko dan Pak Wiwoho yang juga Ketua PDM Muhammadiyah Sukoharjo" ujarnya.

Dengan begitu kecil kemungkinan spekulasi tentang peluang bakal ada 3 calon bupati dari koalisi Partai Golkar, PKB dan Demokrat yang semuanya memenuhi syarat minimal 9 kursi untuk bisa maju mencalonkan.

Namun koalisi itu buyar setelah Partai Golkar sudah bulat tidak akqn mengusung tapi hanya mendukung. (Her/Tyo)
Share this Article