Mulai Terapkan Babak Baru Bandara Adi Soemarmo Kembali Normal

Jumat, 12 Juni 2020
BOYOLALI - PT Angkasa Pura sebagai otoritas Bandara Internasional Adi Soemarmo mulai menerapkan prosedur pelayanan kepada penumpang dalam situasi normal baru (new normal) ditengah pandemi korona (Covid-19).

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Ajat Hermawan menerangkan penerapan pelayanan penumpang situasi new normal ini dilakukan setelah pihaknya bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) melakukan pengecekan secara keseluruhan kesiapan Bandara.

Pengecekan itu merujuk aturan new normal Surat Edaran (SE) Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19.

"Kami telah menyelesaikan penataan bandara untuk mendukung operasional penerbangan dalam situasi new normal yang diterapkan di Bandara Adi Soemarmo,"papar Ajat dalam konferensi pers, Jumat (12/6/2020).

Diakui Ajat, sejak pandemi 24 April hingga 7 Juni lalu, terjadi penurunan lalu lintas penerbangan pesawat di Bandara Adi Soemarmo, angkanya mencapai 95
persen. Demikian juga dengan penumpang, turunnya hingga 98 persen.

Secara khusus, ungkap Ajat, pedoman protokol kesehatan new normal ini mengatur detail mengenai prosedur dan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan bagi calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan domestik dan internasional.

"Bagi masyarakat yang ingin menggunakan jasa transportasi udara tidak perlu khawatir lagi,"terangnya.

Pasalnya untuk memberi rasa nyaman, pihaknya juga menerapkan social atau physical Distancing, pengecekan dokumen kesehatan, dan pengecekan suhu tubuh tidak hanya bagi penumpang tetapi juga bagi mitra usaha dan seluruh personil yang bertugas di bandara.

Dalam kesempatan ini disampaikan juga sejumlah protokol new normal untuk pemangku kepentingan di bandara, diantaranya protokol new normal untuk petugas, pramusaji, kasir, juru masak.

Aturan untuk sektor ini antara lain seragam dilengkapi dengan identitas dan alat pelindung diri (APD), yakni pelindung wajah, masker, kartu magnetik atau tempel, sarung tangan, celemek, penutup kepala, masker sanitasi, seragam juru masak, sepatu pengaman.

Kemudian untuk protokol new normal bagi perkantoran atau ruang usaha, misalnya untuk konter pelayanan disyaratkan harus ada partisi atau perisai plastik atau akrilik pada kasir. Gerai ATM juga diatur,  jarak antrean dan tempat duduk minimal 1,5 meter. (Her/Tyo)

Share this Article