Karanganyar Masih Zona Merah Covid-19, DPRD Pelopori Perubahan Tata Ruang Rapat Paripurna

Kamis, 04 Juni 2020
KARANGANYAR - Ada yang sedikit berbeda dari jalannya Rapat Paripurna yang di gelar DPRD Karanganyar. Biasanya tak ada pembatas diantara kursi para anggota.

Namun kali ini ruang rapat para legislator ini di sulap sangat eksentrik. Sebanyak 55 kaca pelindung dipasang di tiap-tiap meja anggota dewan.

Kaca dengan panjang satu meter dengan ketinggian setengah meter itu, sengaja dipasang dalam rangka pencegahan penyebaran pandemi Covid 19.

Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo mengatakan pemasangan kaca pembatas di tiap-tiap meja para legislator ini memang sengaja dilakukan.

Menyusul Kabupaten yang terletak di bawah lereng Gunung Lawu ini, masih masuk kedalam zona merah penyebaran pandemi Corona.

Sehingga, tata cara rapat paripurna itu pun disesuaikan dengan protokol kesehatan. Dimana, semua peserta paripurna, termasuk Bupati, Wakil Bupati, pimpinan DPRD, Kapolres dan perwakilan dari Kodim, sebelum memasuki ruang rapat paripurna, dicek terlebih dahulu suhu tubuh dengan menggunakan Thermo Gun.

"Mungkin saja lho Se Soloraya atau Se Jateng bahkan Se Indonesia baru di DPRD Karanganyar yang menseting tata ruang gedung berkiblat covid yakni ekstra ketat termasuk gunakan pembatas kaca" papar Bagus Selo pada beritajateng.id, Kamis (4/6/2020).

Bagus Selo meyakini setting tersebut selain aman juga bisa memberikan inspirasi bagi DPRD lainnya bisa melakukan hal sama.

"Setting ini rapi berbeda jika hanya disekat plastik terkesan kurang rapi dan nyaman tidak mengganggu jalannya rapat "ujarnya.

Untuk itu Bagus Selo berharap eksekutif dalam hal ini Pemkab Karanganyar dibawah komando Bupati Juliyatmono bisa melakukan hal serupa dan mungkin lebih baik lagi.

"Semua ini kan mengacu protokol kesehatan dan physical distancing"  alangkah baiknya jika eksekutif melakukan hal yang sama guna ciptakan suasana aman dari wabah Covid 19" ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Karanganyar Rober Cristanto mengaku terkejut dengan tata ruang DPRD yang dibuat berbeda dari biasa.

Adannya suasana berbeda yang diusung oleh pihak DPRD, diakui oleh Rober menjadi inspirasi tersendiri bagi dirinya.

Meskipun tidak akan dipasang kaca seperti yang dilakukan DPRD, tata jarak di ruang rapat Pemkab Karanganyar akan ditinjau kembali.

"Saya saat masuk ruang paripurna merasa terkejut dengan tata ruang paripurna yang ada mejanya. Ini bagus, akan saya terapkan di ruang rapat eksekutif. Mungkin tidak dipasang kaca seperti DPRD, tapi jarak antar meja yang akan dirubah,"pungkasnya (Her/Tyo)

Share this Article