Kapolda Jateng - Pangdam IV/Diponegoro Blusukan Bantu Korban Banjir Rob di Pekalongan

Kamis, 04 Juni 2020
KOTA PEKALONGAN - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Achmad Luthfi bersama  Pangdam IV/ Diponegoro, Mayjen TNI Mochammad Effendi blusukan meninjau banjir rob di kelurahan Krapyak, Pekalongan Utara. Sebanyak 7400 keluarga terdampak banjir di lokasi tersebut, Kamis (4/6/2020).

Kadua pejabat di lingkungan TNI dan Polri di Jawa Tengah ini meninjau lokasi pengungsian warga terdampak banjir dengan menggunakan prahu karet brimob, sekitar puku 12.25 menyusuri wilayah pekalongan utara yang terendam banjir dengan ketinggian bervariasi mulai dari 20 hingga 50 cm.

Kapolda dan Pangdam memberikan bantuan sosial berupa 50 buah tikar dan 10 boks makanan ringan dan yang dibagikan kepada para pengungsi di Musala Al-Aqso, Rusunawa Slamaran, Kelurahan Kecamatan Pekalongan Utara.

“Kami Polda Jateng bersama jajaran Pangdam IV Diponegoro melakukan kegiatan social dalam rangka meringankan masyarakat kita yang terdampak adanya banjir rob yang dipusatkan hari ini di Slamaran, Kecamatan Pekalongan Utara,” tutur Kapolda Irjen Ahmad Luthfi.

Kapolda Luthfi dan Pangdam Effendi menyempatkan diri meninjau langsung pelaksanaan dapur lapangan Brimob Batalion B Pelopor Polda Jawa Tengah yang dipusatkan di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan. Dapur lapangan itu untuk membantu menyediakan makanan bagi warga terdampak banjir rob.

Menurut Kapolda, dalam pelaksanaan dapur lapangan yang diinisiasi oleh Polri ini sebanyak 1.000 porsi makanan setiap hari dibagikan kepada para warga terdampak banjir rob secara gratis. Kapolda berharap agar banjir rob di Kota Pekalongan segera surut dan para pengungsi bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

“Kami siapkan 1.000 porsi makanan setiap harinya dua kali kami bagikan secara terus menerus untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir rob Kota Pekalongan,” katanya.

Pangdam IV/Diponegoro Semarang, Mayjen TNI Mochammad Effendi menambahkan, meskipun Kota Pekalongan tengah dilanda banjir rob, masyarakat diminta tetap mengindahkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

“Adanya musibah banjir rob ini kita juga masih marak pandemi Covid-19 yang belum berakhir, kami mengharapkan pengertian seluruh masyarakat untuk senantiasa melaksanakan protokol kesehatan,” kata Pangdam Effendi.

Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polda Jawa Tengah dan Pangdam IV/Diponegoro Semarang yang telah hadir dan peduli membantu warga Kota Pekalongan yang terdampak banjir rob.

Dia menyebutkan, ada empat kelurahan di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara yang terendam banjir rob dengan ketinggian air yang bervariasi.

“Di antaranya Kelurahan Krapyak tepatnya di Slamaran, di Celumprit, Kelurahan Degayu, Kelurahan Panjang Wetan, Panjang Baru dan Pabean yang semuanya terkena dampak sekitar 7.700 KK” katanya.

Menurut Wali Kota, Pemkot Pekalongan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencegah bencana rob yang ada di Kota Pekalongan. (Tyo)

Foto: Humas Polda Jateng
Share this Article