Ikan Arwana Asal Muntilan Banyak Diekpor Ke Luar Negeri

Selasa, 30 Juni 2020
MAGELANG - Kondisi pandemi COVID-19 ternyata tidak begitu  berpengaruh bagi  pembudidaya ikan arwana di dusun Sorogenen, desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bahkan grafik penjualannya naik  20 persen dari kondisi normal. Mereka juga melakukan ekspor ke China. 

Menurut Fajar Sodiq, salah satu pembudidaya ikan arwana, di pasar ekspor arwana yang dibudidayakan, dijual dengan harga puluhan hingga ratusan juta.

"Saya bekerjasama dengan rekan dari Jakarta untuk diekspor ke China. Bahkan di masa pandemi ini penjualan justru naik 20 persen," terang Fajar.

Fajar mengaku sejak 2009 sudah  memulai budidaya ikan arwana. Setelah menjelaskan cara dan keuntungan budidaya ikan itu kepada para tetangga, akhirnya banyak yang tertarik untuk beternak juga. 

Dalam satu minggu Fajar mengirim sekitar 15 ekor arwana dewasa, di masa pandemi ini Ia bisa mengirim 20 ekor ditambah ratusan anakan ikan arwana yang harga satuannya sekitar Rp 18 ribu. 

"Pengiriman akan meningkat di kisaran bukan Desember sampai Februari atau di musim penghujan. 

Tidak hanya satu, Fajar membudidayakan setidaknya empat jenis ikan arwana. Dari silver Brazil, Papua, Arwana Kalimantan sampai jenis Red Super. Padahal untuk jenis itu, satu ekor harganya jutaan rupiah. Apalagi yang Red Super, yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. 

Budidaya ikan air tawar di dusun ini telah berlangsung secara turun temurun. Masyarakat kemudian merambah budidaya ikan hias. Karena ternyata kadar air di dusun yang dekat dengan sungai Pabelan itu sangat cocok untuk ikan arwana, akhirnya banyak warga yang beralih membudidayakan salah satu ikan air tawar termahal itu. (Aan)
Share this Article