Ekonom : Permudah Regulasi Dan Perijinan Untuk Menarik Investor Masuk

Selasa, 30 Juni 2020
SOLO - Pemerintah terus didorong untuk memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat ditengah pandemi Covid-19. Penyederhanaan  regulasi dan perizinan untuk proses investasi bisa diberlakukan.

Menurut ekonom Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim dalam diskusi virtual yang diselenggarakan PWI Surakarta, Selasa (30/6/2020), hal tersebut semakin relevan untuk dilakukan, meski saat ini pandemi  Covid-19 belum juga berakhir. 

"Namun jika hal tersebut dilaksanakan akan menjadi daya tarik bagi investor dan mampu meningkatkan gairah perekonomian yang sempat terguncang baik dari dalam ataupun luar negeri," paparnya. 

Disebutkan Lukman Hakim, dalam kondisi seperti sekarang ini,  Omnibus Law ini dinilai bisa memangkas ketentuan yang tidak pro pasar secara besar-besaran.  Fokusnya tentu memberikan jaminan kemudahan kepada investor baik dalam dan luar negeri.

Menurutnya, RUU Cipta Kerja ini juga berpeluang menjadi payung hukum untuk memberikan insentif bagi para pengusaha dan pelaku UMKM. Semisal kemudahan perijinan,  pengurangan pajak, dan insentif yang lain di masa setelah pandemi ini.

"Sehingga  Omnibus Law seperti dalam RUU Cipta Kerja ini sangat diperlukan untuk menarik kembali investor baik dalam dan luar negeri," pungkasnya. (Dir/Aan)
Share this Article