Buat Laporan Palsu, Karyawan Pabrik Tekstil Diamankan Polisi

Selasa, 09 Juni 2020
SUKOHARJO -  Buat laporan palsu  menjadi korban pembegalan, seorang karyawan pabrik di Sukoharjo berinisial K (20) diamankan polisi.

Awalnya K,  warga Manyaran, Wonogiri membuat laporan ke Polsek Tawangsari telah menjadi korban begal di Jalan Manyaran-Tawangsari, tepatnya di Dukuh Suwiran, Desa Pundungrejo, Tawangsari pada Kamis (30/4/2020) pukul 21.30 WIB lalu.

Bahkan untuk meyakinkan bukti laporan dirinya korban pembegalan, K juga melukai tangan dan paha kanan agar terkesan terkena sabetan senjata tajam.

“Pelaku memanfaatkan situasi pandemi corona dan isu maraknya kriminalitas karena banyak napi yang dibebaskan,” ujar Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Nanung Nugroho.

Kepada petugas, mengaku menderita kerugian Rp. 2,7 juta karena habis mengambi uang di ATM. Saat mendalami kasusnya petugas curiga K mengaku pelaku pembegalan ada dua orang dan bertato di bagian leher yang kemudian lari ke hutan.

"Namun, kejaran petugas pada pelaku tidak membuahkan hasil. Saat memberikan keterangan juga berubah-ubah," lanjurnya.

Petugas juga meminta keterangan warga sekitar lokasi kejadian yang dilaporkan oleh K, Pelacakan ke bank juga menunjukkan tidak ada transaksi. Petugas juga curiga saat  kejadian  motornya tidak diambil oleh para begal.

Kepada petugas, K mengaku membuat laporan palsu agar diberi uang kakaknya untuk membayar angsuran motor. Pasalnya, pelaku sudah menunggak pembayaran angsuran motor selama tiga bulan.

"Pelaku sudah dikejar-kejar “leasing” untuk segera melunasi," lanjutnya.

Saat ini, Kiki menjadi tersangka membuat keterangan dan laporan palsu. Kiki sendiri sudah diamankan di Polres Sukoharjo dan dijerat dengan pasal 242 dan pasal 220 KUHP terkait memberikan keterangan dan laporan palsu. (Her/Tyo)
Share this Article