Alumni SMP Tawangmangu Galang Petisi Desak Pendirian Sekolah SMA

Rabu, 24 Juni 2020
KARANGANYAR - Sebuah petisi mendesak untuk segera didirikan sekolah menengah atas (SMA) di  digalang melalui change.org.
Petisi itu digagas oleh para Alumni SMP Tawangmangu. 

Dalam petisinya, para alumni SMP Tawangmangu mengajak orang-orang mendukung usulan pembuatan gedung sekolah tingkat SMA di Kecamatan yang terletak di lereng Gunung Lawu dan berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Timur.

Dalam petisinya, alumni SMP Tawangmangu, meminta agar ada sekolah tingkat SMA di Tawangmangu untuk mengakomodir lulusan SMP melanjutkan sekolah ke jenjang diatasnya.

Pasalnya, pelajar di Tawangmangu harus mencari sekolah hingga kekecamatan Karangpandan atau Karanganyar bahkan ke Solo yang jaraknya 48 Km. 

Permasalahan bertambah ketika diterapkan sistem Zonasi.Potensi pelajar Tawangmangu, makin terhambat karena seringkali kalah bersaing masuk SMA di Karanganyar atau Karangpandan bukan karena nilainya kurang, tapi karena zonasi.

Hingga Rabu 24 Juni 2020 sore, petisi itu sudah ditandatangani lebih dari 226 orang dari target 500 orang menandatangani petisi tersebut.

Menanggapi munculnya petisi pendirian sekolah tingkat SMA di Tawangmangu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan sewaktu pengelolaan SMA ada padannya, pihaknya sudah mampu merealisasikan bedirinya dua SMK.

"Waktu kewenangan (ada pada) saya,  saya sudah bikin dua SMK. Tapi sekarang kewenangan sudah tidak ada lagi pada saya,"papar Juliyatmono usai meninjau Kampung Siaga Covid-19 di Desa Harjosari, Karangpandan, Tawangmangu, Karanganyar, Rabu (24/6/2020).

Juliyatmono menambahkan sebelum pengelolaan sekolah tingkat atas diambil alih oleh Provinsi, ada enam titik yang telah direncanakan pihaknya untuk didirikan sekolah, baik tingkat SMA atau SMK.

Keenam titik yang semula telah direncanakan berdiri sekolah baik tingkat SMA atau SMK adalah Tawangmangu, Jatiyoso, Jaten, dan Cokomadu.

"Kalau itu didirikan SMA atau SMK, persoalan pendidikan SMA atau SMK sudah bisa menuntaskan persoalan,"terangnya.

Menyangkut munculnya petisi meminta agar didirikan sekolah tingkat SMA di Tawangmangu, ungkap Juliyatmono bisa dimaklumi.

Sebab untuk wilayah Tawangmangu, zona pendaftaran masuk ke Karangpandan. Dan itupun, tidak seluruhnya bisa masuk ke sekolah SMA di Karangpandan. Padahal jumlah lulusan dari Tawangmangu itu cukup banyak.

"Masuk (lulusan SMP) ke Karangpandan. Dan jumlah (Lulusan)  cukup besar. Pasti daftar kemana-mana tidak tertampung. Jadi perlu (didirikan sekolah SMA di Tawangmangu)," pungkasnya. (Uky/Tyo)
Share this Article