Ajak Bekas Murid Perempuan Bermain Tinju, Guru Olah Raga Berhasil Meng-ko Berkali-Kali Hingga Hamil

Selasa, 23 Juni 2020
KARANGANYAR - K terlihat lesu saat digiring penyidik PPA Satuan Reserse Polres Karanganyar ke ruang Jananuraga.

Sorot kamera para wartawan membuat warga dukuh Miri Rt 06/ Rw II desa Colep Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen ini semakin tak berani mengarahkan kepalannya.

Pria berprofesi sebagai Guru olah raga di salah satu SMP swasta di Sragen ini terlihat terus memainkan kuku kedua tangannya yang terikat brogol milik polisi.

K terpaksa di gelandang polisi, karena terbukti menghancurkan masa depan bekas muridnya sendiri yang bernama ER (15).

Tak hanya menghancurkan masa depan ER, karena keasikan, membuat bekas muridnya yang tinggal di Dukuh Tanjung, Rt 10 Desa Celep, Kecanatan  Kedawung, Kabupaten Sragen.

Kapolres Karanganyar AKBP Laganek Mawardi mengatakan secara saat di periksa, K dengan gamblan menceritakan dirinya mengenal ER saat korban masih duduk di bangku SMP dimana K menjadi gurunya.

"Hubungan keduannya semakin terbina, saat ER tertarik pada dunia tinju. Disaat bersamaan, K itupun juga seorang asisten petinju," papar Leganek, Selasa (23/6/2020).

Keduannya pun sering berhubungan melalui SMS. Karena seringnya menjalin komunikasi, kedua insan berbeda usia inipun akhirnya sepakat mendeklarasikan sebagai pasangan kekasih.

Semenjak itulah keduannya sering berpergian bersama. Bahkan sejak berpacaran dengan korban, K pun semakin rajin pergi ke GOR. Termasuk merubah jadwal latihan, agar K bisa bertemu dengan K.

Hingga akhirnya, K mengajak ER ke Kebun Karet di Desa Pendem, Mojogedang, Karanganyar sebelum latihan tinju.

"Rupannya, jauh sebelum pergi ke kebun karet, K sudah punya niat untuk menggarap ER luar dalam,"terangnya.

Berbagai persiapan itupun dilakukan K. Mulai menyiapkan lotion anti nyamuk, membeli ayam goreng kremes, dan membawa spanduk MMT untuk lesehan di kebun karet. Setelah semuanya komplit, K pun mengajak ER ke kebun karet.

Tanpa rasa curiga, ER pun akhirnya menuruti ajakan K. Karena disaat bersamaan saat itupun waktu latihan tinju.

Setelah selesai menyantap makanan yang telah dipersiapkan K, K pun mengajak ER latihan tinju berdua di kebun karet. Karena terpaksa, ER pun akhirnya pasrah, kehormatannya di koyak tinju K di alas karet.

Rupannya, kejadian itu membuat K semakin ketagihan. Setiap ada kesempatan, K selalu meminta ER melayani hasrat tinjunya. Selesai melampiaskan, K selalu memberikan ER hadiah. Mulai dari kaca mata, kaos, sandal hingga sepatu.

Sebelum akhirnya membuat ER berbadan dua, di bulan Maret 2020, K meminta jatah lagi pada ER. Kini K harus menanggung perbuatannya.

"Akibat sikap jahilnya, yang membuat ER berbadan dua, K dijerat UU Perlindungan Anak Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman maksimal 15  tahun penjara,"pungkasnya. (Tyo/Uky)
Share this Article