Sasar Pasar Tradisional dan Pusat Perbelanjaan Modern, Pemkab Wonogiri Gelar Rapid Test Massal

Rabu, 27 Mei 2020
WONOGIRI – Selama empat hari yang dimulai hari ini Rabu (27/5/2020), Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri menggelar rapid test secara massal selama 

Lokasi rapid test pertama dilaksanaksan  di dua tempat yakni di pasar kota Wonogiri dan di toserba Baru. Di pasar, petugas mengambil 40 sampel dari pedagang dan petugas pasar. Sedangkan di Toserba Baru, diambil sampel dari 30 orang pelayan dan petugas keamanan. Semuanya dipilih secara acak.

Saat pelaksanaan pengambilan sampel, nampak Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, bersama Kepala Dinas Kesehatan Adhi Dharma dan Kepala Satpol PP, Waluyo mengikuti jalannya kegiatan.

“Untuk rapid tes hari ini dilakukan di pasar tradisional dan pasar modern. Untuk hari selanjutnya sesuai jadwal, tim menyasar di Pasar Ngadirojo, Pasar Jatisrono, Pasar Pracimantoro, Pasar Purwantoro I dan II, serta Pasar Baturetno. Total yang diambil sampel ada 225 orang,” jelas Ketua Tim Gugus Tugas, Joko Sutopo sekaligus Bupati Wonogiri seperti dikutip dari situs resminya. 

Joko menjelaskan, rapid test yang digelar di beberapa lokasi ini merupakan langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Wonogiri.

“Kita baru saja merayakan hari raya Idulfitri. Belakangan ini ada kepadatan warga yang datang ke pasar tradisional, toko modern. Maka kami putuskan mengambil random sampling,” jelasnya.

Dijelaskan, rapid test difokuskan pada lokasi di sekitar Wonogiri Kota dan kecamatan lain yang warganya memiliki aktivitas di pasar yang cukup tinggi.

“Dengan begitu kita akan punya satu gambaran dan statistik epidemiologi yang itu nanti yang akan digunakan gugus tugas untuk melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19,” imbuhnya.

Menurutnya, pemilihan lokasi tes juga mempertimbangkan kepadatan penduduk di wilayah tersebut. Hal tersebut, menurutnya untuk menyiasati keterbatasan alat rapid test yang dimiliki.

Joko menegaskan, untuk penyampaian hasil rapid test tersebut, pihaknya akan berhati-hati sebelum mengumumkannya ke publik.

“Perlu kehati-hatian dalam menyikapi dan menyampaikannya. Nanti akan diinvetarisasi dan perlu dicermati terlebih dahulu. Jangan sampai hasil rapid test yang dipublish nanti akurasinya kurang bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya. (humas)/ Aan
Share this Article