Pemudik Di Desa Berjo Dikarantina Dalam Tenda Di Pinggir Telaga Madirda

Sabtu, 09 Mei 2020
 
KARANGANYAR  - Sejuknya suasana di lokasi desa wisata Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar dipilih sebagai tempat untuk mengisolasi warganya yang datang dari perantauan. 

Pemerintah Desa Berjo, Ngargoyoso menempatkan pemudik di sebuah tenda anti air yang dipasang di pinggir telaga Madirdo yang terletak di lereng gunung Lawu. 

Diketahui selama masa pandemi Covid-19 ada larangan mudik dari pemerintah untuk memutus mata rantai penyebarannya. Utamanya pemudik yang berasal dari zona merah Covid-19. 

Jika ada pemudik yang nekat, terpaksa mereka harus menjalani masa karantina selama 14 hari. Selama masa karantina kesehatan mereka akan terus dipantau oleh tim medis.   

Kepala desa Berjo Suyatno lokasi ini ada 12 tenda yang sudah disiapkan oleh pemerintah Desa Berjo untuk lokasi karantina. Desa wisata Telaga Madirda ini dikelola oleh BUMDES. 


"Karena ditutup sementara akhirnya kita gunakan untuk karantina pemudik asal Berjo yang datang dari luar daerah," jelasnya Sabtu (9/5/2020). 

Ditambahkan Suyatno, lokasi karantina di Telaga Madirda dipilih agar mereka yang mudik tidak merasa tambah stres karena selama 14 hari harus membatasi interaksi dengan warga lain. Jika di sini udaranya segar dan pikiran jadi tidak stress.

“Ada dua orang yang menjalani karantina di sini. Tetapi satunya sudah kembali ke rumah. Tersisa satu orang, warga Punthukrejo, namun perantau asal Bekasi," tuturnya.  

Sementara itu pengelola wisata Telaga Madirda, Supriyanto menambahkan satu tenda diisi satu orang karena mereka menjalani masa karantina selama 14 hari. 

"Untuk konsumsi bagi mereka yang menjalani karantina disediakan oleh pihak desa dan terkadang juga dari pengelola," tutupnya. (Her/Tyo) 
Share this Article