Pemkab Blora Mulai Jumat Salurkan JPS Bagi Warga Terdampak Covid-19

Kamis, 14 Mei 2020
BLORA - Penyaluran jaring pengaman sosial (JPS) kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19 akan disalurkan Pemerintah Kabupaten Blora mulai Jumat (15/5/2020). 

Hal ini diungkapkan Bupati Djoko Nugroho ketika memimpin rapat lintas sektoral bersama Forkopimda dan seluruh OPD tentang percepatan pengananan Covid-19, Kamis siang (14/5/2020), di ruang pertemuan Setda Blora.

Bupati Djoko Nugroho mengatakan bantuan sosial di Kabupaten Blora sumbernya ada banyak, yakni bantuan dari Presiden berupa paket sembako senilai Rp 200 ribu (non tunai) per KK seperti BPNT berupa sembako di e-warung.

Kemudian Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial sebesar Rp 600 ribu per KK yang mulai dicairkan pekan lalu, dimasa sasarannya berdasarkan data BPS Pusat.

Ada juga bansos dari Gubernur (Pemprov) namun menurut Bupati hingga saat ini belum jelas kapan cairnya karena masih pendataan.

“Nah kali ini yang akan kita cairkan besok adalah Bansos Tunai yang bersumber dari APBD Kabupaten Blora," katanya seperti dikutip dari situs resmi Pemkab Blora.

Penerimanya nanti merupakan data terbaru yang kita peroleh dari para Lurah/Kades, jumlahnya ada 14 ribuan KK yang akan menerima. Bertahap mulai tanggal 15 Mei besok.

Selanjutnya ada lagi BLT Dana Desa yang dianggarkan oleh masing-masing desa. Untuk BLT Dana Desa ini menurut Bupati akan menyasar sekitar 28 ribu KK di 271 Desa se Kabupaten Blora.

“BLT Dana Desa ini juga akan disalurkan bertahap mulai besok selama 3 bulan. Anggarannya tidak melalui kas Kabupaten Blora, namun dicairkan langsung oleh KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) Purwodadi ke rekening desa masing-masing, untuk selanjutnya diberikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat),” tambah Bupati.

Dari semua bantuan ini, menurut Bupati jika djumlah dari data penerima bantuan Presiden, bantuan Kemensos, bantuan Pemkab dan BLT Dana Desa, jumlah penerimanya mencapai sekitar 150 ribu KK.

“150 ribu KK Penerima Bansos ini belum termasuk data penerima bansos dari Pak Gubernur yang belum tahu kapan cairnya. Padahal jumlah KK di Kabupaten Blora seluruhnya 350 ribuan, sehingga hampir separuhnya akan dapat bantuan,” tegas Bupati.

Bupati menekankan agar data Kades/Lurah yang dijadikan dasar penyaluran bansos Pemkab dan BLT Dana Desa merupakan data sesuai kondisi lapangan sehingga bisa tepat sasaran, tidak seperti BST Kemensos yang menuai banyak polemik karena menggunakan data dari BPS.

Begitu juga jika ada keluarga yang menerima bantuan dari bansos Pemkab dan BLT Dana Desa, maka Bupati meminta agar bansos Pemkab nya yang dicoret. Sehingga bisa dialihkan untuk orang lain yang belum tercover. (Dit)
Share this Article