Pasien Positif Covid-19 Bertambah, total Ada 18 Kasus.

Senin, 04 Mei 2020
SRAGEN - Kasus pasien positif baru terjangkit virus corona (Covid-19) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kini total menjadi 18 kasus.

Bupati Sragen yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan terdapat tujuh penambahan pasien baru terjangkit Covid-19 berdasarkan hasil tes swab yang keluar Kamis (30/4) malam.

Tujuh warga Sragen yang baru terkonfirmasi terpapar virus Corona atau COVID-19 ini merupakan bagian dari Klaster Ijtima Ulama Dunia 2020 di Gowa (Sulawesi Selatan).

"Ada delapan peserta Ijtima Gowa yang sudah lebih dulu dilakukan swab test, hasilnya dinyatakan tujuh orang positif, satu negatif," terang Bupati saat memberikan sosialisasi pencegahan covid-19 di Kecamatan Sukodono belum lama ini.

Mereka semua laki-laki berusia, 29 tahun ada dua orang, 49 tahun, 58 tahun, 31 tahun, 41 tahun, dan 47 tahun. Asal kecamatan Sragen Kota (3 orang), Gesi (1 orang), Masaran (1 orang), Kedawung (1 orang), dan Sidoharjo (1 orang).

Bupati menjelaskan, dari hasil tracking tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sragen, terdata 130 warga Sragen yang memiliki riwayat mengikuti Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, terdapat 37 warga yang hasil rapid test-nya dinyatakan reaktif.

"37 warga ini sudah menjalani karantina mandiri di ruang transit gedung SMS (Sasana Manggala Sukowati), sejak hari Senin. Seluruhnya menjalani tes swab sebagai tindak lanjut hasil rapid test," terangnya.

Sementara, untuk satu warga dengan hasil negatif berdasarkan hasil swab test langsung dipulangkan dan diwajibkan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Semalam langsung kita pulangkan satu yang negatif Covid-19. Tapi tetap diwajibkan karantina mandiri 14 hari," jelasnya.

Rapid test gelombang pertama, lanjut Bupati, dilakukan kepada delapan peserta Ijtima Gowa, baru diikuti peserta yang lain di beberapa hari berikutnya. Sehingga hasil tes swab delapan warga ini, keluar terlebih dahulu dibandingkan warga lain.

Bupati menerangkan ke tujuh orang yang hasil swab-nya positif, tetap dikarantina di gedung SMS bersama 29 peserta Ijtima lain. Untuk mencegah penularan, ketujuh orang ini dipindahkan ke ruang paling depan.

"Tujuh yang positif kita tempatkan di ruangan yang berbeda. Dengan pengawasan ketat petugas kami," jelas Bupati.

Apabila ketujuh pasien positif baru itu nantinya ada gejala mengarah kegawatdaruratan, maka baru akan dirujuk ke rumah sakit rujukan.

"Sisanya masih ada di tempat karantina yang di gedung belakang dan masih menunggu hasil swab test, idealnya sampai tiga kali swab test hingga negatif minimal satu bulan," imbuhnya.

Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen sedang melakukan tracking terhadap keluarga dan lingkungan ketujuh pasien positif baru ini. Petugas sedang mengkaji kemungkinan menerapkan isolasi lingkungan ketujuh pasien positif tersebut.

"Untuk keluarga kami imbau untuk melakukan karantina mandiri. Sementara terkait isolasi lingkungan diserahkan Dinas Kesehatan dan Satgas COVID-19 Desa," terang Bupati.

Bupati menambahkan hingga kini ruang isolasi di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dan RSUD dr. Soeratno Gemolong dalam keadaan penuh. Sementara Rumah Sakit Darurat Sragen sudah diisi sebanyak tiga pasien.

Tidak hanya pasien positif Covid-19 yang mengalami peningkatan. Orang Tanpa Gejala (OTG) di Sragen mencapai angka 110 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 19 orang.

Guna antisipasi adanya penolakan jenazah PDP maupun positif Covid-19 pihaknya telah menyiapkan tempat pemakaman khusus.

"Tapi Alhamdulillah warga Sragen hingga hari ini tidak ada penolakan jenazah PDP maupun positif. Semoga tidak akan ada karena warga Sragen semua ikhlas menerima," pungkasnya. (Din/Tyo)

Share this Article