Pasar Bunder Terapkan Psycal Distancing

Selasa, 12 Mei 2020
SRAGEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen resmi menerapkan Pasar Bunder menjadi pilot project pasar di Sragen dengan menerapkan physical distancing, Sabtu (9/5/2020) lalu mulai pukul 22.00 - 06.00 WIB.

Penerapan pasar physical distancing guna mencegah potensi persebaran virus corona di lingkungan pasar.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, Pasar Bunder tidak ditutup oleh Pemkab selama status kegawat daruratan pandemi covid-19 di Sragen. Penerapan physical distancing di Pasar Bunder ini diharapkan efektif dalam menjaga jarak antar pedagang dan antar pembeli.

Lapak pedagang tidak boleh keluar dari garis putih yang dibuat di permukaan paving block. Setiap lapak pedagang oprokan berukuran 1,5 meter x 2 meter.

“Perenggangan posisi lapak menjadi pengalaman baru bagi pedagang di Pasar Bunder Sragen. Alhamdulillah, mereka setuju dan menerima hal tersebut demi kebaikan bersama,” terang Bupati seperti dilansir dari situs resmi Pemkab Sragen. 

Ada 365 pedagang sore maupun pedagang malam di kompleks Pasar Bunder Sragen yang mulai berjualan dengan menerapkan physical distancing.

Bupati juga menjelaskan ada 4 lokasi penempatan pedagang yaitu di pelataran sebelah barat Pasar Bunder, pelataran sebelah selatan Pasar Bunder, Jalan Ahmad Yani dari perempatan PG Mojo ke utara sampai perlintasan kereta api dan sebagian bahu jalan RA Kartini di sebelah selatan Pasar Bunder.

Oleh karena itu ada penutupan lalu lintas di Jl. Ahmad Yani dan Jl. RA Kartini guna memperlancar penerapan physical distancing, Jl. Ahmad Yani ditutup total mulai pukul 22.00 WIB hingga 06.00 WIB. Sementara arus lalu lintas di Jl. RA Kartini menggunakan sistem satu arah.

“Jl. RA Kartini hanya dibuka untuk kendaraan dari arah timur. Arus lalu lintas dari timur dialihkan masuk ke kompleks PG Mojo lalu keluar menuju Jl. Ahmad Yani,” jelas Bupati.

Untuk lokasi bongkar muat dan parkir pedagang di halaman hanggar eks SDN Mojo dan pelataran tanah kodim di sebelah barat hanggar.

“Pengalihan arus lalu lintas ini karena pedagang diberikan tempat dengan memanfaatkan bahu jalan, dan Pengunjung pasar bisa parkirkan kendaraannya di tempat yang disediakan,” ujar Bupati.

Sementara, pasar tradisional lainnya masih diatur jam operasionalnya.

“Insya Allah pasar lainnya menyusul. Tapi masih kita bahas. Intinya kita tetap ingin ekonomi masyarakat kita tetap berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Lurah pasar Bunder, Sugino mengatakan selain menerapkan physical distancing, pedagang dan pembeli juga diwajibkan mengenakan masker selama berada di kompleks Pasar Bunder Sragen. Pengelola tidak segan menegur pedagang atau pembeli yang kedapatan tidak memakai masker.

“Kami tidak bosan mengingatkan kepada pedagang dan pembeli. Kalau ada pembeli yang tidak memakai masker, saya minta pedagang mengingatkan. Kalau perlu jangan dilayani pembeli itu,” pungkasnya. (Tyo)
Share this Article