Pabrik di Jateng Harus Contoh Penerapan Physical Distancing PT Djarum Kudus

Sabtu, 16 Mei 2020
SEMARANG – Seluruh perusahaan di Jawa Tengah diminta untuk menerapkan protokol kesehatan. Ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo seusai meninjau pabrik rokok Djarum Kudus, di Kudus, Jumat (15/5/2020) kemarin.  

Saat datang dan meninjau di pabrik rokok itu, Ganjar melihat perusahaan mengatur jarak para pekerjanya minimal satu meter, mulai dari ketika mereka akan masuk ke dalam pabrik, saat bekerja, juga saat pergantian shift para pekerja. Para pekerja pun tertib mengenakan masker dan menghindari kerumunan.

Di dalam pabrik pun dia melihat ribuan karyawan duduk dengan rapi, berjarak minimal satu meter dan tidak berhadapan. Manajemen mengatur shift karyawan sehingga para pekerja tidak seluruhnya masuk dalam satu waktu yang sama, sehingga mengurangi resiko persebaran virus.

"Hari ini saya lihat mulai dieksekusi, karyawan mau masuk tertib, pakai masker semuanya, antrean masuk dikasih jarak dengan garis, ada tempat cuci tangan dan tidak berdesakan. Ya meskipun masih ada beberapa yang berdesakan, tapi sebagian besar sudah mulai taat," terangnya seperti dikutip dari situs resmi PemprovJateng.

Cara-cara itulah lanjut Ganjar yang akan dipakai agar normal baru dapat berjalan. Seluruh perusahaan di Jawa Tengah lanjut Ganjar harus bisa melakukan hal serupa, dengan mencontoh penerapan physical distancing PT Djarum Kudus. 

“Kalau kita bicara normal baru, maka sebenarnya perusahaan mau tidak mau harus melakukan ini, protokol kesehatan harus dilakukan ketat. Agar perusahaan tetap bisa berjalan, roda ekonomi berjalan, tapi buruhnya diatur. Manajemen harus bisa mengatur dengan baik, sehingga kondisi buruk bisa dicegah. Mudah-mudahan semua perusahaan meniru ini," kata Ganjar.

Senior Manager Public Affairs PT Djarum Kudus, Purwono mengatakan, perusahannya itu memiliki 50.000 karyawan. Untuk itu, perusahaan berupaya menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar tetap bisa berproduksi.

"Kita mulai dari saat karyawan masuk sampai di dalam ruangan. Semua wajib pakai masker dan selalu jaga jarak minimal satu meter. Kami juga memberlakukan pembagian shift agar tidak terjadi penumpukan karyawan," kata dia.

Cara itu diambil untuk mencegah terjadinya penularan penyakit covid-19. Meski tidak mudah karena merubah kebiasaan puluhan ribu karyawan, namun cara itu harus diambil.

"Bagaimanapun caranya, penyebaran covid-16 ini hanya dapat diminimalisir dengan physical distancing dan penerapan protokol kesehatan yang ketat," tutupnya. (HMS)/ (Aan)
Share this Article