Marak Balon Udara, AirNav Minta Pilot Waspada Saat Melintasi Udara Soloraya

Senin, 25 Mei 2020
SOLO - AirNav Indonesia Cabang Solo mengeluarkan Notice To Airman (NOTAM) terkait dengan penerbangan balon udara liar yang sepekan ini terlihatlah di atas udara, Karanganyar dan Sragen.

Dalam Notam tersebut, AirNav Indonesia Cabang Solo, meminta pada pilot maskapai untuk berhati-hati bila melintas diatas udara kota Solo.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Solo, Dheny Purwo Hariyanto menjelaskan kehati-hatian tersebut sangat diperlukan oleh para pilot.

Menyusul adannya sebuah tradisi di daerah Jawa Tengah dan Jawa  Timur dengan melepas balon saat hari Lebaran. Sehingga membahayakan keselamatan penerbangan.

"NOTAM merupakan pemberitahuan kepada pengguna ruang udara termasuk Pilot, dalam hal ini agar Pilot berhati-hati - terbang melintasi wilayah yang rawan terdapat penerbangan balon udara liar," jelasnya dalam rilis yang diterima beritajateng.id, Senin (25/5/2020).

Menurut Dheny Purwo Hariyanto, setelah beredar informasi adannya benda yang terbang diudara, pihaknya mencoba melakukan pengamatan. Namun, karena benda tersebut terlalu tinggi, pada pengamatan pertama belum bisa meyakini benda tersebut apa.

Sesaat setelah melakukan pengamatan visual, pihaknya  segera melakukan tindak lanjut.

Salah satunya dengan melakukan koordinasi dengan Komandan Lanud Adi Soemarmo selaku pihak yang berwenang di wilayah udara restricted di wilayah Solo Raya.

"Kami juga sudah melaporkan kepada Otorita Bandara Wilayah III Surabaya. Siang kemarin NOTAM juga sudah dimintakan dari AirNav Semarang,” paparnya.

Dheny meminta pada masyarakat, meskipun pelepasan balon merupakan suatu tradisi, namun saat balon dilepas, wajib mengikuti peraturan menteri perhubungan nomor 40 tahun 2018.

Dimana dalam aturan tersebut, ketinggian maksimal balon udara adalah 150 meter dan balon tersebut harus diikat dengan tali.

"Ketinggian maksimal 150 meter dan ditambatkan dengan tali pengaman,"ujarnya.

Setidaknya kemarin terlihat 15 benda yang menyerupai balon udara di atas Bandara Adi Soemarmo, jika memang itu benar balon udara, tentu sangat membahayakan penerbangan.

Meskipun saat ini jumlah penerbangan komersil dibayasi, namun khusus penerbangan yang membawa peralatan medis untuk dukungan percepatan penanganan wabah covid-19 setiap harinya ada.

“Penerbangan di atas wilayah Solo Raya tidak hanya pesawat yang akan mendarat di bandara Adi Soemarmo saja, namun ada juga yang terbang melintas. Kami berharap warga masyarakat juga bisa menjadi agen keselamatan penerbangan dari tempatnya masing-masing,” pungkas Dheny. (Her/Tyo)

Share this Article