Dinkes Karanganyar Gelar Rapid Tes Di Pusat Perbelanjaan Dan Pasar Tradisional

Rabu, 27 Mei 2020
KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar gelar rapid tes secara acak di beberapa pusat perbelanjaan. Rapid tes ini bertujuan memantau perkembangan covid-19 di Kabupaten Karanganyar.

Diketahui pasca Idul Fitri lalu, pemkab Karanganyar secara bertahap  berupaya untuk menerapkan new normal. Perekonomian di kabupaten Karanganyar mulai menggeliat di tengah pandemi Covid-19. 

Untuk kali ini, salah satu lokasi rapid tes di gelar di pusat salah satu  perbelanjaan Karanganganyar. Dengan sasaran kasir dan pengunjung. Kegiatan ini dilakukan berkesinambungan untuk membuat Karanganyar  kembali aman dan bebas dari virus Covid-19. 

"Rapid test dilaksanakan, sebagai langkah antisipatif mencegah penyebaran Covid-19 di Karanganyar,"Plt Kepala DKK Karanganyar Purwanti. 

Meskipun di Karanganyar, dalam beberapa hari terakhir, tidak ada penambahan kasus positif Covid-19. Namun masih ada sembilan pasien dalam pengawasan (PDP), yang hasil tes SWAB-nya belum keluar. 

"Jadi harus tetap kita waspadai,” lanjutnya. 

Tes dilakukan di delapan lokasi, yakni Pasar Gondangrejo untuk 30 orang, Palur Plaza 30 orang, Indogrosir 40 orang, Mitra Swalayan Karanganyar 25 orang, Amigo 25 orang, Pasar Jambangan 30 orang, Pasar Jumapolo 20 orang dan Pasar Jumantono 20 orang.

Sebelumnya, pada 22 dan 23 Mei, DKK menggelar rapid test di sejumlah lokasi, dengan total orang yang dites sebanyak 222 orang. Tes yang digelar di pusat perbelanjaan, diutamakan untuk karyawan atau kasir yang bersentuhan dengan uang. 

"Sedangkan di pasar, sasaran tes adalah pedagang dan pengunjung pasar," jelasnya. 

Target DKK Karanganyar setidaknya akan melakukan rapid tes untuk 500 orang. Hasil  yang di-rapid test pada  22 dan 23 Mei, semuanya non reaktif. Untuk hari ini hasilnya belum masuk. 


Manajer Amigo Karanganyar Agus Dwi Haryanto mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk mengantisipasi penularan Covid-19. 

Mulai dari masuk toko wajib cuci tangan terlebih dahulu, kemudian disemprotkan handsanitizer, wajib menggunakan masker, dicek suhu tubuhnya, pemberlakuan untuk jaga jarak antar pengunjung.

"Bahkan pengunjung yang datang tidak membawa masker diberi gratis oleh managemen. Dan setiap satu jam sekali managemen di Amigo melakukan penyemprotan disinfektan," pungkasnya. (Her/Tyo)
Share this Article