Bupati Ijinkan Warga Sholat Idul Fitri Di Masjid Dan Lapangan, Namun Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan

Rabu, 20 Mei 2020
KARANGANYAR   − Bupati Karanganyar Juliyatmono, tidak melarang bagi masyarakat yang akan menggelar shalat Idul Fitri tahun 1441 H, yang jatuh pada Minggu (24/5) mendatang.  Namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19. 

Bukan tanpa alasan, Juliyatmono mempersilahkan masyarakat untuk melaksanakannya di masjid dan lapangan. Pasalnya permasalahan Covid-19 di Kabupaten Karanganyar semakin berkurang. Dan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 cukup tinggi.


"Kasusnya di Karanganyar mulai mengalami penurunan,  Covid-19 sudah cukup terkendali, posisi ada di mana kita terus ikuti, kita pantau dengan baik. Dan sudah  mengalami penurunan," jelas Juliyatmono kepada media, Rabu (20/5). 

Jumlah penderita positif Covid-19 yang mengalami kesembuhan juga  sudah cukup besar. Dari jumlah  dari 25 pasien, kini tinggal 5 orang  yang sekarang  masih menjalani perawatan di Rumah Sakit.

"Saat ini sedang  menunggu hasil Swap mudah-mudahan negatif," imbuhnya.

Karena kasus Covid-19 semakin menurun dan bisa terkendali, pihaknya memberitahukan kepada masyarakat terkait dengan Shalat  Idul Fitri, silahkan  mematuhi anjuran MUI, untuk menggelar Sholat Idul Fitri  rumah.

Namun  bagi yang menginginkan di lapangan, di masjid pihaknya tidak melarang. Bupati  mengijinkan da  membolehkannya.  Tentu harus mematuhi  protokol kesehatan, seperti jaga jarak Slshafnya, pakai masker,  bawa sajadah di rumah.

"Termasuk khotbahnya harus  dipersingkat dan segera pulang kembali ke rumah, hindari kerumunan dan hindari  bersalaman. Yang penting tetap harus menjaga protokol kesehatan," pungkasnya. (her/Tyo) 

Share this Article