Pemkab Karanganyar Tetap Isolasi Warga Sewurejo, Meski Warga Positif Corona Meninggal

Jumat, 17 April 2020
KARANGANYAR - Meskipun salah satu warga di Sewurejo Mojogedang yang positif Covid-19 meninggal Kamis (16/4) kemarin, namun isolasi terhadap warga yang berada di lingkungan tersebut tetap dilakukan. 

"Tetap kita lakukan isolasi (Sewurejo),  keluarga juga diminta untuk tidak mendekat terlebih dahulu," papar Juliyatmono, Jumat (17/4). 

Selain itu Juliyatmono juga menegaskan kembali bagi  warga Karanganyar, tetap mematuhi anjuran pemerintah dan tetap berada di rumah, mengenakan masker dan selalu cuci tangan dengan sabun, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Saya mengingatkan masyarakat ojo sembrono (tidak main-main) dengan covid 19. Patuhi semua anjuran pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Memakai masker jika keluar rumah, jaga jarak, tidak keluar rumah dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir," tegasnya. 

Sebelumnya untuk memantau para pemudik dan mengantisipasi persebaran virus covid 19, Pemkab Karanganyar melaunching aplikasi pendataan pemudik. Melalui aplikasi ini nantinya jumlah para kedatangan warga perantauan dapat terpantau dengan cepat.

Bupati Karanganyar Juliyatmono  mengatakan pemudik asal Karanganyar diperkirakan mencapai 11 ribu orang. Pihak Pemkab sendiri akan melibatkan para RT/RW sehingga jumlah pemudik dapat terpantau dan terdata dengan cepat.

“Melalui aplikasi ini pihak RT/RW dapat melaporkan dengan segera warga perantauan yang kembali ke rumah. Sehingga nantinya jumlah pemudik dapat terpantau tiap waktunya," pungkasnya. (Her/Tyo) 

Share this Article