Pemakaman Sesuai Dengan Protokol Medis, Jangan Ada Lagi Penolakan

Minggu, 12 April 2020
SEMARANG - Ganjar menegaskan, penolakan pemakaman jenazah di Jateng bukan pertama kali. Kasus serupa pernah terjadi di Kabupaten Banyumas.

Tak lelah Ganjar menerangkan, bahwa pengurusan jenazah covid-19 sudah dilakukan dengan standar yang aman, baik dari segi agama maupun medis.  

Semua sudah dilakukan dengan prosedur yang ditetapkan, mulai penyucian secara syar'i, dibungkus kantong plastik yang tidak tembus air dan udara, penyemprotan desinfektan, hingga dimasukkan ke dalam peti.

"Dan sudah ditegaskan oleh ahli kesehatan, bahwa ketika jenazah itu dikubur, secara otomatis virusnya akan mati. Sekali lagi, virusnya akan mati di tanah dan tidan bisa keluar untuk menjangkiti warga," terangnya seperti dikutip dari situs resmi milik Pemprov Jateng. 

Tidak ada alasan untuk menolak pemakaman jenazah covid-19. Sebab, Majelis Ulama Indonesia sudah berfatwa, bahwa mengurus jenazah itu wajib hukumnya dan menolak jenazah itu berdosa.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya yang mengurus pemakaman jenazah untuk berkomunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kalau warga sudah paham, dipastikan semua akan menerima dan tidak akan ada isu yang tidak benar yang membuat masyarakat terpecah belah.

"Mohon sekali lagi, jangan ada penolakan apalagi jenazah mereka yang telah berjuang untuk menyelamatkan kita. Semestinya, kita memberi hormat dan penghargaan kepada para tenaga medis dimanapun mereka berada. Mereka tidak pernah menolak pasien, kenapa kita justru menolak mereka. Rasa kamanungsan kita sedang diuji, mari kita berdoa semoga selalu diberi kekuatan," pungkasnya.
  
Share this Article