Hasil Tracking Kontak Keluarga Pasien Positif Covid-19, Hasil Rapid Test Dua Positif

Selasa, 14 April 2020
SRAGEN -  Langkah cepat langsung diambil Pemerintah Kabupaten Sragen setelah dua  warganya dinyatakan positif covid - 19 oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

Pemkab Sragen langsung mengambil tindakan awal dengan melakukan contact tracking atau menelusuri riwayat kontak dari kedua pasien. Ada total 12 orang warga yang diduga pernah melakukan  kontak langsung dengan kedua pasien positif covid - 19. Mereka telah diperiksa dan dilakukan rapid test pada Senin (5/4) lalu. 

Dua keluarga dekat dinyatakan positif hasil rapid test.  Sementara 10 orang terdekat lainnya juga menjalani rapid test, dengan hasil negatif.

"Hasilnya, yang  positif rapid test keduanya adalah usia anak," jelasnya  seperti dikutip dari situs resmi Pemkab Sragen, Selasa (14/4/2020) siang.

Karena ini menyangkut anak, sudah diskusi panjang dengan para dokter. Pihaknya dapatkan bagan tata laksana terduga covid-19 pada anak, bila ada anak terduga Covid-19 dan tidak ada gejala, penanganan dengan isolasi mandiri, diperhatikan kecukupan gizinya, harus memakai masker dan berperilaku hidup bersih.

Bupati Sragen Yuni yang juga seorang dokter ini menerangkan jika mengalami gejala batuk dan pilek namun tanpa pneumonia dianjurkan untuk karantina mandiri.

"Namun jika sudah ada pneumonia atau sesak nafas harus dirawat di rumah sakit. Definisi anak yakni usia 0-18 tahun, sedangkan dalam kasus ini anak berusia 0-10 tahun," imbuhnya. 

Mortality rate pada anak untuk kasus covid-19 ini rendah. Dan kasus pada anak tidak bisa menularkan pada anak lainnya dan orang dewasa. 

Bupati Yuni menjelaskan jika balita berusia 1,5 tahun ini mengalami batuk. Tetapi tidak disertai demam dan sesak nafas. Sehingga tetap karantina di rumah. Sedang anak usia 7 tahun tidak ada keluhan gejala.

Setelah ini dilakukan follow up pada kasus ini. Pihaknya akan melakukan swap test pada anak terduka positif hasil rapid test. Karena pada anak, perlu persiapan khusus karena sulit untuk koopratif.

Sedangkan kondisi pasien positif saat ini dalam kondisi sehat. Pihaknya menepis isu korban positif meninggal. Mereka dalam kondisi baik dan bisa bernafas tanpa bantuan alat.

Setelah diketahui hasil tracking, Pemkab Sragen semakin gencar dan masif melakukan sosialisasi ke semua instrumen sosial. Seperti pertemuan RT, dan balai kantor desa/kelurahan di 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Sragen.(Aan)
Share this Article