Hasil Angket SMP Muhammadiyah PK, 85 Persen Siswa Justru Merasa Nyaman Belajar di Sekolah

Selasa, 07 April 2020
SOLO - Selama kota Solo memberlakukan kejadian luar biasa (KLB) Covid-19, praktis kegiatan belajar disekolah diliburkan dan para siswa menjalani pembelajaran dengan sistem online di rumah.

Termasuk diantaranya adalah SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Bahkan belum lama ini, SMP yang berlokasi di kawasan Sumber Solomenyebar angket kepada siswa untuk mengetahui efektvitas pembelajaran dengan sistem daring. Dan seberapa besar keinginan siswa untuk belajar di sekolah.

Angket ini di sebar kepada para siswa melalui grup whats up orang tua siswa. Para siswa di minta untuk mengisi angket dengan indikator pertanyaan seputar ketertarikan dan kesenangan dalam pembelajaran daring dan bersekolah

Aryanto, Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat dalam rilisnya  menyampaikan bahwa angket disampaikan kepada para siswa secara daring. 

"Hasilnya justru sekitar 86, 2 persen responden menyatakan keinginan senang belajar di sekolah karena suasana sekolah nyaman dan terdapat sarana prasarana yang lengkap," jelasnya, Selasa (7/4). 

Mereka lebih memilih untuk bisa belajar, berdiskusi dan berinteraksi dengan siswa yang lain di dalam kelas. Didampingi itu ada juga siswa yang menyatakan walaupun pembelajaran daring menyenangkan, tetapi lebih senang belajar di sekolah.

"Bahkan, 63,1 persen siswa merasa sedih jika tidak mengikuti pembelajaran di sekolah," imbuhnya.  

Sementara itu, Muhdiyatmoko Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta memberikan tanggapan positif tentang hasil survei tersebut. 

"Nantinya hasil angket ini akan dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan sekolah dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan pendidikan," lanjutnya.

Dirinya berkomitmen menjadikan, sekolah tetap menjadi tempat yang paling nyaman bagi belajar siswa. Karena dengan suasana sekolah yang nyaman dan kondusif, siswa merasa bahagia dalam belajar dan "krasan" di sekolah.

"Meski begitu, hampir seluruh siswa  
bersungguh sungguh dan semangat dalam mengikuti pembelajaran daring. Oleh karena itu, hal ini bisa menjadi salah satu alternatif model pembelajaran dan model penugasan," tutupnya. ( Her/Tyo)
Share this Article