Gubernur Minta Pengusaha Tidak PHK Karyawan

Senin, 20 April 2020
SEMARANG – Terpuruk kondisi perekonomian imbas  wabah covid-19, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para pengusaha di Jawa Tengah tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerjanya.

Ganjar meminta para pengusaha mengupayakan alternatif solusi selain PHK. Ini disampaikan Ganjar saat menerima bantuan 2.150 alat pelindung diri (APD) dari para pengusaha asal Taiwan yang tergabung dalam Taiwan Business Club Central Java, Senin (20/4/2020), di rumah dinas Gubernur Jateng.

"Saya titip nasib para karyawan. Kalau bisa jangan ada PHK. Meskipun kondisi sekarang seperti ini, semua harus dikomunikasikan baik-baik antara perusahaan dan karyawan. Boleh mengurangi jam kerja, tapi tolong jangan ada PHK," kata Ganjar.

Pengelola perusahaan, lanjut Ganjar, diminta membuka ruang komunikasi dengan para karyawan tentang kondisi masing-masing. Perusahan yang masih bagus dan bisa berjalan, diharapkan tetap mempertahankan karyawan. 

"Namun bagi mereka yang sudah merugi, maka harus ada pembicaraan dan duduk bersama dengan karyawan untuk menyelesaikan. Semua harus dibicarakan baik-baik, tidak ada yang saling memaksakan," tandasnya.

Menurut dia, banyak cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk tetap eksis di tengah gempuran wabah covid-19. Salah satunya adalah menangkap peluang untuk beralih produksi dari garmen menjadi APD.

"Misalnya perusahaan garmen, di Jateng ini kan banyak. Maka saya dorong untuk merubah strategi bisnisnya dengan cara membuat APD sebanyak-banyaknya, karena semua negara sekarang butuh itu," paparnya.

Selain dapat membantu misi kemanusiaan, peralihan itu bisa membuat roda perusahaan tetap bergerak. Sehingga, nasib karyawan yang ada juga menjadi terjamin.

"Itu cara agar perusahaan garmen di Jateng ini bisa terus survive (bertahan). Kami akan terus mendorong itu," janjinya. (Dir/Aan)
Share this Article