Musnahkan Barang Bukti, dari 50 Pekara yang Diputus Didominasi Kasus Narkoba

Rabu, 11 September 2019
SUKOHARJO – Pemusnahan barang bukti perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah digelar di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Rabu (11/09/2019).

Barang bukti yang dimusnahkan antara lain Narkoba jenis sabu, minuman keras lokal ciu, kosmetik dan obat-obatan ilegal, hanphone, dan juga uang palsu.

Kepala Kejari Sukoharjo, Tatang Agus Volleyantono menyebut barang-barang yang dimusnahkan hari ini adalah barang bukti untuk perkara yang sudah diputus oleh Pengadilan Negeri (PN).

"Sampai saat ini total ada sekitar 50 perkara yang sudah diputus PN Sukoharjo dan memiliki kekuatan hukum tetap," jelasnya, Rabu (11/9/2019).

Dari 50 perkara yang barang buktinya dimusnahkan Kejari, sebagian perkara yang mendominasi adalah kasus narkoba dengan barang berupa sabu. Dimana perkara yang sudah putuskan dan memiliki kekuatan hukum.

Dan sesuai dengan keputusan keputusan pengadilan maka barang bukti harus dimusnahkan. Perkara ini sudah inkrah sejak Januari hingga Agustus 2019.

"Pemusnahan barang bukti narkoba dilakukan dengan cara diblender, handphone dipukul dengan palu, sedangkan BB lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar. Untuk miras ilegal isi dituang dalam drum dan botolny dihancurkan," imbuhnya.

Barang bukti yang dimusnahkan sesuai dengan berita acara adalah narkoba seberat 160 gram, 14 buah handphone, tiga buah timbangan digital, 1.166 kosmetik berbagai merek ilegal, 7.899 butir pil berbagai merek ilegal, empat botol ciu kemasan 1,5 liter, satu jerigen ciu kemasan 20 liter, serta 60 lembar uang palsu pecahan Rp100.000.

“Pemusnahan barang bukti dilakukan rutin tiap tahun untuk perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” tambah Tatang.

Hadir juga dalam acara pemusnahan barang bukti diantaranya Wakapolres Sukoharjo, Kompol I Komang Sarjana, Kepala Kantor Kemenag, Ihsan Muhadi dan perwakilan sejumlah instansi lain seperti Kodim 0726, Satpol PP, dan lainnya. (Dir/Al)
Share this Article