Jalankan Tugas DPR RI, Rinto Subekti Gigih Sosialisasikan Empat Pilar

Selasa, 10 September 2019
WONOGIRI - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Rinto Subekti tak pernah lelah terus melakukan sosialisasi empat pilar ke pelosok-pelosok daerah, Sragen, Karanganyar dan Wonogiri.

Kali ini, Rinto Subekti yang juga Ketua DPW Partai Demokrat Jawa Tengah, menyambangi daerah Ngadirojo, Wonogiri. Dihadiri 150 an lebih tokoh masyarakat, Rinto Subekti mengatakan sebagai wakil rakyat mereka ditugaskan untuk mensosialisasikan pilar-pilar penting kebangsaan.

Menurut Rinto, ketentuan tersebut diatur dalam Tata Tertib MPR RI Nomor 1/MPR/2014 tentang peraturan tata tertib MPR yaitu antara lain harus memegang teguh dan melaksanakan Pancasila serta melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Kewajiban tersebut juga diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2018 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD dan Keputusan MPR No 1/MPR/2014 tentang peraturan tata tertib MPR Pasal 22 Ayat 1 yaitu mengkoordinasikan Anggota MPR RI untuk memasyarakatkan Pancasila dan UUD 1945," jelas Rinto pada beritajateng.id, Selasa (10/9/2019).

Dia mengatakan, setiap negara mempunyai pilar dan setiap negara tersebut pasti pilarnya berbeda. Contohnya Indonesia memiliki empat pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

"Pilar ini bertujuan supaya Negara Indonesia tidak mudah terpecah belah dan runtuh dalam menghadapi berbagai masalah," tegas Rinto. Beragam cara bisa dilakukan untuk terus menjaga dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa agar perpecahan tidak terjadi dalam masyarakat.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan Gotong royong. Bangsa Indonesia sangat terkenal dengan sikap hidup harmonis, rukun, saling gotong royong, bersatu dan penuh toleransi.

Dimana budaya gotong royong dalam masyarakat sudah ada sejak jaman nenek moyang. Bahwa dengan bergotong royong masyarakat saling membantu, bahu membahu, untuk melestarikan keberagaman budaya yang bisa memperkokoh kesatuan NKRI.

Semua elemen masyarakat memiliki peran sebagai ujung tombak dalam menjaga kelestarian budaya. Terus memelihara, menghidupkan kembali budaya tradisional yang makin menghilang di gerus jaman.

"Kita sebagai warga negara harus selalu memupuk solidaritas tinggi antar sesama Agama, Suku, Budaya, Ras, adat istiadat. Menjadikan keanekaragaman ini bukan suatu hal yang berbeda. Namun merupakan satu ikatan yang kokoh.

Keragaman ini dapat kita jadikan sebagai pemersatu yang kokoh, selain itu juga kita harus melestarikan budaya sebagai jati diri bangsa ini," tuturnya.

"Sangat disayangkan sekali bila keberagaman budaya dijadikan kambing hitam berbagai konflik untuk memecah belah persatuan. Budaya masing-masing boleh jadi tidak samab namun itu bukan alasan untuk tidak bisa hidup bersama," beber Rinto.

Budaya itu lanjut Rinto bisa dijadikan suatu alat untuk mempersatukan segala perbedaan. Misalkan ketika budaya Reog asal Ponorogo di klaim oleh negara lain, maka seluruh lapisan masyarakat Indonesia mati-matian untuk membelanya dan tidak ingin budaya asli Indonesia di akui negara lain.

"Ini salah satu contoh nyata dimana dengan cepat rasa kesatuan akan terbentuk (saat negara lain mengklaim budaya)," lanjutnya.

Keragaman budaya menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan keragaman budaya juga menjadi identitas bangsa. Namun untuk mewujudkan semua itu semua lapisan masyarakat harus memiliki rasa bangga terhadap budaya yang dimiliki.

Perbedaan budaya jangan dijadikan pembatas namun dijadikan modal kekuatan untuk pemersatu bangsa, menjaga kebhinnekaan dan kesatuan NKRI.

"Dan sikap toleransi, tepo seliro, menghargai adanya perbedaan harus kembaki digelorakan. Keberagaman budaya merupakan modal dasar persatukan bangsa," ungkapnya.

Kepada semua eleman masyarakat Rinto mengajak agar selalu bersatu padu membentengi diri dengan sikap toleransi, tenggang rasa, saling menghargai, menjaga toleransi dan menguatkan tali persaudaraan antar anak bangsa, agar tidak menimbulkan gesekan dan benih perpecahan.

Selain itu Rinto juga berpesan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh bujukan dan hasutan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Dimana mereka seringkali menelurkan issu dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Keberagaman harus dijaga dan dipertahankan untuk memperkokoh persatuan bangsa," pungkas Rinto. (Her/Tyo)
Share this Article